A. Manajemen
Nama
Perusahaan
: PT. TETEP SUKSES
Nama
Pemilik Perusahaan : Fatkhul Ghoni
Bidang
Usaha
: Pembibitan Kelapa Sawit
Jumlah
Tenaga
Kerja
: 123
B. Pemasaran
Produk
yang
Dipasarkan
: Bibit Kelapa Sawit
Sasaran
Konsumen / Pembeli : Pemilik Kebun Kelapa Sawit Pribadi (PLASMA)
Wilayah
Pemasaran
: Kalimantan Tengah
Penetapan
Harga Jual
: 1 Bibit Rp 65.000
C. Daftar Riwayat Hidup Pengelola
Nama
: Fatkhul Ghoni
Tempat
dan tanggal lahir
: Temanggung, 23 Desember 1996
Agama
: Islam
Alamat Rumah : JL. Gatot Soebroto No. 28 RT 04/RW I
KarangSari, Manding, Temanggung, Jawa Tengah
Alamat Perusahaan : Sungai Biru Estate, Lamandau, Kalimantan Tengah
Pendidikan Terakhir : Tamat SMK
D. Pengalaman
Dan Ketrampilan Yang Dimiliki
kandungan minyak inti berkualitas tinggi.
Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi
tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar
(radikula).
D. Tujuan Kegiatan
·
Pengalaman
:
1. Praktik Industri Sebagai Supervisi Di PT. Sumber Mahardika Graha ( 26 Agustus 2015
– 09
Januari 2016)
2. Ikut Training Asisten Agronimi Di PT. Sumber Mahardika Graha
·
Ketrampilan
:
1. Mampu Membudidayakan Kelapa Sawit
2. Mampu Membuat Pupuk Organik Untuk Kebutuhan Tanaman Kelapa Sawit
BAB I PENDAHULUAN
Bisnis Pembibitan Kelapa Sawit
Status Usaha Ini Adalah Usaha Pengembangan
C. Rasional Kegiatan
Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman
kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas
yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.
Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua
dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak,
hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas
pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas
sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.
Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan
memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri.
Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih
Besar dan mekar.
Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang
menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.
Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit
yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak
dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah
melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat
dan buah akan rontok dengan sendirinya.
Buah terdiri dari tiga lapisan:
Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil
minyak masak, minyak
industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar
sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa
sawit.
Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia
penyebarannya di daerah Aceh,
pantai timur Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman
kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas
yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.
Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua
dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak,
hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas
pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas
sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.
Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan
memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri.
Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih
Besar dan mekar.
Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang
menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.
Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit
yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak
dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah
melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat
dan buah akan rontok dengan sendirinya.
Buah terdiri dari tiga lapisan:
- Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
- Mesoskarp, serabut buah
- Endoskarp, cangkang pelindung inti
kandungan minyak inti berkualitas tinggi.
Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi
tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar
(radikula).
D. Tujuan Kegiatan
Dari
usaha yang kami rilis ini semoga dapat memberikan dampak yang positif bagi
masyarakat agar termotivasi untuk dapat melakukan sesuatu yang dapat
menimbulkan jiwa
yang kreatif, inovatif dan produktif untuk dapat
menciptakan wirausaha mandiri dimana luaran
yang diharapkan:
- Dihasilkannya Produk Bibit Kelapa Sawit Yang Berkualitas
- Terciptanya Peluang Usaha Mandiri Untuk Mengurangi Tingkat Pengangguran
BAB II
METODE PELAKSANAAN
1. Produk
Bibit Kelapa Sawit Siap Tanam
2. Proses Pembibitan Kelapa Sawit
Untuk memperoleh tanaman kelapa sawit yang berkualitas, salah satunya adalah dengan
melaukan pembibitan yang benar. Karena proses pembibitan ini aka sangat berpengaruh terhadap
kualitas dan rpoduksi dari tanaman kelapa sawit dikemudian harinya. Oleh karena itu berikut
adalah cara pembibitan kelapa sawit yang baik.
I. Persyaratan Benih
Benih yang baik untuk bibit kelapa sawit harus berasal dari indukan yang jelas dan berkualitas
baik.
II. Pengecambahan Benih
1. Cara yang biasa dilakukan oleh PPKS Medan
a. Melepaskan tangkai buah dari spikeletnya.
b. Waktu pemeraman tandan buah dilakukan selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air.
Kemudian pisahkan buah dari tandannya dan diperam lagi selama tiga hari.
c. Proses yang dilakukan untuk memisahkan daging buah dari bijinya, buah dimasukkan kedalam
mesin pengaduk. Kemudian cuci biji yang dihasilkan dengan menggunakan air, setelah itu
masukkan kedalam larutan Dithane M-45 0,2% selama kira-kira tiga menit. Keringkan dan
seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam.
d. Proses selanjutnya semua benih yang telah ditreatment disimpan di dalam suatu ruangan
tertentu yang telah diatur bersuhu berkisar 27ºC dan kelembaban berkisar 60-70% sebelum
dikecambahkan.
2. Cara lainnya
a. Melakukan perendaman biji dalam air selama 6 – 7 hari, penggantian air dilakukan secara rutin
setiap hari, lalu rendam dalam larutan Dithane M - 45 0,2% selama lebih kurang dua menit,
selanjutnya biji dikeringanginkan.
b. Biji yang telah selesai ditreatment dimasukkan kedalam kaleng pengecambahan dan
ditempatkan dalam ruangan dengan temperatur berkisar 39ºC dan kelembaban berkisar 60 – 70%
selama enampuluh hari. Selanjutnta setiap tujuh hari benih dikeringanginkan selama tiga menit.
c. Setelah enampuluh hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 – 30% dan
dikeringanginkan lagi. Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M – 45 0,2% selama lebih kurang
dua menit.
d. Selanjutnya benih disimpan diruangan dengan suhu yang sudah diatur berkisar 27ºC. Setelah
sepuluh hari benih berkecambah, pada hari ke 30 tidak digunakan lagi.
III. Teknik Pembibitan Benih Berkecambah
Secara umum terdapat dua teknik pembibitan yaitu cara dua tahap melalui dederan (prenursery)
dan cara langsung tanpa dederan. Lahan pembibitan dibersihkan, diatur perataannya dan
dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Ada beberapa model jarak tanam biji dipembibitan yaitu
50 x 50 cm, 60 x 60 cm, 65 x 65 cm, 70 x 70 cm, 80 x 80 cm, 85 x 85 cm, 90 x 90 cm atau 100 x
100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. Kebutuhan bibit per hektar dapat diketahui berkisar
antara 12.500 sampai 25.000 butir tergantung jarak tanam yang akan digunakan. Sebelumnya agar
disiapkan dan disesuaikan segala persyaratan yang diperlukan seperti yang sudah disampaikan
dalam gambaran umum persyaratan tumbuh dalam tulisan sebelumnya.
1. Cara tak langsung
a. Dederan
Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1,5 – 2,0 kg tanah
lapisan atas yang telah diayak. Kecambah di tanam dan dibenamkan sedalam dua cm. Tanah di
polybag harus selalu terjaga kelembabannya. Simpan polybag dibedengan dengan diameter
berkisar 120 cm. Setelah berumur 3 – 4 bulan dan berdaun emapat sampai lima helai bibit
dipindahkan kemudian ditanam ke pembibitan.
b. Pembibitan
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0,1 mm
yang berisi 15 – 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah di
dalam polybag sampai lembab. Polybagdisusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur
dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas.
2. Cara langsung
Cara ini pada prinsipnya untuk melakukan penghematan terutama dalam hal penggunaan tenaga
dan biaya. Kkecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada cara
pembibitan.
IV. Pemeliharaan pembibitan/penyemaian
1. Tindakan pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan.
a. Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 – 8 mm. Kebutuhan air
sekitar 2 liter untuk setiap polybag.
b. Gulma yang tumbuh dicabut atau disemprot dengan herbisida setiap tiga bulan. Penyiangan
dilakukan 2 – 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Pemulsaan
adalah cara lain untuk mencegah gulma dengan cara menaburkan serasah di polybag sekaligus
upaya mempertahankan kelembaban.
c. Proses penyeleksian bibit yang tumbuh abnormal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis
harus dibuang. Proses seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan.
d. Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan, diberikan urea atau pupuk
majemuk.
2. Pemberian pupuk di pembibitan
a. Umur bibit 4 – 5 minggu larutan urea 0,2%, 3 – 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu
rotasi.
b. Umur bibit 6 – 7 larutan urea 0,2%, dosis 4 – 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.
c. Umur bibit 8 – 16 minggu ; rustica 15.15.6.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
d. Umur bibit 17 – 20 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
e. Umur bibit 21 – 28 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
f. Umur bibit 29 – 40 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
g. Umur bibit 41 – 48 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
V. Pembiakan dengan Kultur Jaringan
Bahan pembiakan berupa sel akar biasa disebut sebagai metode Inggris dan sel daun biasa disebut
sebagai metode Perancis. Metode ini mampu memperbanyak bibit tanaman dengan tingkat
produksi tinggi dengan skala yang besar dan pertumbuhan tanaman seragam.
VI. Seleksi Bibit
Proses penyeleksian bibit dilakukan sebanyak dua kali yaitu penyeleksian di pembibitan
pendahuluan/dederan dan pembibitan utama. Tanaman-tanaman yang tidak memenuhi standar
kebutuhan seperti bentuknya yang abnormal dibuang, ciri-ciri :
a. Postur bibit terkulai
b. Postur bibit kerdil, tidak tumbuh sempurna
c. Postur bibit meninggi dan kaku
d. Terkena serangan penyakit
e. Bentuk anak daun tidak tumbuh sempurna
f. Anak daun tidak membelah dengan sempurna
4. Strategi Pemasaran
1. Produk
Untuk memperoleh tanaman kelapa sawit yang berkualitas, salah satunya adalah dengan
melaukan pembibitan yang benar. Karena proses pembibitan ini aka sangat berpengaruh terhadap
kualitas dan rpoduksi dari tanaman kelapa sawit dikemudian harinya. Oleh karena itu berikut
adalah cara pembibitan kelapa sawit yang baik.
I. Persyaratan Benih
Benih yang baik untuk bibit kelapa sawit harus berasal dari indukan yang jelas dan berkualitas
baik.
II. Pengecambahan Benih
1. Cara yang biasa dilakukan oleh PPKS Medan
a. Melepaskan tangkai buah dari spikeletnya.
b. Waktu pemeraman tandan buah dilakukan selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air.
Kemudian pisahkan buah dari tandannya dan diperam lagi selama tiga hari.
c. Proses yang dilakukan untuk memisahkan daging buah dari bijinya, buah dimasukkan kedalam
mesin pengaduk. Kemudian cuci biji yang dihasilkan dengan menggunakan air, setelah itu
masukkan kedalam larutan Dithane M-45 0,2% selama kira-kira tiga menit. Keringkan dan
seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam.
d. Proses selanjutnya semua benih yang telah ditreatment disimpan di dalam suatu ruangan
tertentu yang telah diatur bersuhu berkisar 27ºC dan kelembaban berkisar 60-70% sebelum
dikecambahkan.
2. Cara lainnya
a. Melakukan perendaman biji dalam air selama 6 – 7 hari, penggantian air dilakukan secara rutin
setiap hari, lalu rendam dalam larutan Dithane M - 45 0,2% selama lebih kurang dua menit,
selanjutnya biji dikeringanginkan.
b. Biji yang telah selesai ditreatment dimasukkan kedalam kaleng pengecambahan dan
ditempatkan dalam ruangan dengan temperatur berkisar 39ºC dan kelembaban berkisar 60 – 70%
selama enampuluh hari. Selanjutnta setiap tujuh hari benih dikeringanginkan selama tiga menit.
c. Setelah enampuluh hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 – 30% dan
dikeringanginkan lagi. Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M – 45 0,2% selama lebih kurang
dua menit.
d. Selanjutnya benih disimpan diruangan dengan suhu yang sudah diatur berkisar 27ºC. Setelah
sepuluh hari benih berkecambah, pada hari ke 30 tidak digunakan lagi.
III. Teknik Pembibitan Benih Berkecambah
Secara umum terdapat dua teknik pembibitan yaitu cara dua tahap melalui dederan (prenursery)
dan cara langsung tanpa dederan. Lahan pembibitan dibersihkan, diatur perataannya dan
dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Ada beberapa model jarak tanam biji dipembibitan yaitu
50 x 50 cm, 60 x 60 cm, 65 x 65 cm, 70 x 70 cm, 80 x 80 cm, 85 x 85 cm, 90 x 90 cm atau 100 x
100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. Kebutuhan bibit per hektar dapat diketahui berkisar
antara 12.500 sampai 25.000 butir tergantung jarak tanam yang akan digunakan. Sebelumnya agar
disiapkan dan disesuaikan segala persyaratan yang diperlukan seperti yang sudah disampaikan
dalam gambaran umum persyaratan tumbuh dalam tulisan sebelumnya.
1. Cara tak langsung
a. Dederan
Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1,5 – 2,0 kg tanah
lapisan atas yang telah diayak. Kecambah di tanam dan dibenamkan sedalam dua cm. Tanah di
polybag harus selalu terjaga kelembabannya. Simpan polybag dibedengan dengan diameter
berkisar 120 cm. Setelah berumur 3 – 4 bulan dan berdaun emapat sampai lima helai bibit
dipindahkan kemudian ditanam ke pembibitan.
b. Pembibitan
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0,1 mm
yang berisi 15 – 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah di
dalam polybag sampai lembab. Polybagdisusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur
dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas.
2. Cara langsung
Cara ini pada prinsipnya untuk melakukan penghematan terutama dalam hal penggunaan tenaga
dan biaya. Kkecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada cara
pembibitan.
IV. Pemeliharaan pembibitan/penyemaian
1. Tindakan pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan.
a. Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 – 8 mm. Kebutuhan air
sekitar 2 liter untuk setiap polybag.
b. Gulma yang tumbuh dicabut atau disemprot dengan herbisida setiap tiga bulan. Penyiangan
dilakukan 2 – 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Pemulsaan
adalah cara lain untuk mencegah gulma dengan cara menaburkan serasah di polybag sekaligus
upaya mempertahankan kelembaban.
c. Proses penyeleksian bibit yang tumbuh abnormal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis
harus dibuang. Proses seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan.
d. Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan, diberikan urea atau pupuk
majemuk.
2. Pemberian pupuk di pembibitan
a. Umur bibit 4 – 5 minggu larutan urea 0,2%, 3 – 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu
rotasi.
b. Umur bibit 6 – 7 larutan urea 0,2%, dosis 4 – 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.
c. Umur bibit 8 – 16 minggu ; rustica 15.15.6.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
d. Umur bibit 17 – 20 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
e. Umur bibit 21 – 28 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
f. Umur bibit 29 – 40 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
g. Umur bibit 41 – 48 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
V. Pembiakan dengan Kultur Jaringan
Bahan pembiakan berupa sel akar biasa disebut sebagai metode Inggris dan sel daun biasa disebut
sebagai metode Perancis. Metode ini mampu memperbanyak bibit tanaman dengan tingkat
produksi tinggi dengan skala yang besar dan pertumbuhan tanaman seragam.
VI. Seleksi Bibit
Proses penyeleksian bibit dilakukan sebanyak dua kali yaitu penyeleksian di pembibitan
pendahuluan/dederan dan pembibitan utama. Tanaman-tanaman yang tidak memenuhi standar
kebutuhan seperti bentuknya yang abnormal dibuang, ciri-ciri :
a. Postur bibit terkulai
b. Postur bibit kerdil, tidak tumbuh sempurna
c. Postur bibit meninggi dan kaku
d. Terkena serangan penyakit
e. Bentuk anak daun tidak tumbuh sempurna
f. Anak daun tidak membelah dengan sempurna
4. Strategi Pemasaran
1. Produk
2. Harga Jual
Harga Bibit Kelapa Sawit Ini seharga Rp. 65.000
3. Distribusi
Metode Yang Kami Gunakan Dalam Pendistribusian Adalah Dengan Cara Penjualan Secara
Langsung Kepada Perusahaan Yang Telah Bekerja Sama Dengan Kami Dan Para Petani Pemilik
Ladang Plasma
E. Pola Kerja Sama Dan Pendirian Anak Binaan Usaha
Menjalin
kerja sama dengan perusahaan Agribisnis terpercaya yang bergerak di komoditas
Kelapa Sawit. Termasuk Para Petani Kelapa Sawit
F. Recrutment
PT. TETEP SUKSES Menerima Karyawan Dari Masyarakat Sekitar Untuk Mengurang
Pengangguran Di daerah Tersebut.
G. Gambar Kegiatan


